
Imlek Identik Dengan Warna Merah? Ini 3 Alasan Utamanya
Imlek Atau Chinese New Year Di Kenal Luas Di Berbagai Negara Asia, Kenapa Selalu Banyak Warna Merah Yang Terlihat Ketika Perayaan Ini. Mulai dari dekorasi rumah, lampion, hingga pakaian yang di kenakan keluarga saat berkumpul merayakan pergantian tahun. Warna merah bukan sekadar pilihan estetika, melainkan sarat makna simbolis yang telah di pupuk sepanjang sejarah masyarakat Tionghoa.
- Melambangkan Keberuntungan, Kebahagiaan, dan Kemakmuran
Dalam Imlek budaya Tionghoa, warna merah (hongse dalam bahasa Mandarin) memiliki konotasi yang sangat positif. Warna ini di kaitkan dengan keberuntungan, kebahagiaan, vitalitas, dan kesuksesan. Penempatan dekorasi merah seperti lampion, kertas hias, dan amplop merah (hongbao)—di percaya dapat mendatangkan energi baik dan menjauhkan pengaruh buruk dari kehidupan keluarga selama tahun yang baru.
Tradisi memberikan hongbao juga menjadi simbol nyata dari harapan akan rejeki dan keberuntungan. Amplop merah berisi uang di berikan oleh orang yang lebih tua kepada anak-anak dan kerabat yang lebih muda saat Imlek. Dengan niat agar mereka meraih keberuntungan dan kesehatan sepanjang tahun.
2. Warna Merah Dalam Legenda Nian: Perlindungan dari Roh Jahat
Salah satu alasan utama keterkaitan Imlek dengan warna merah berasal dari legenda rakyat Tiongkok tentang makhluk mitologis bernama Nian. Menurut cerita, Nian adalah seekor binatang buas yang muncul setiap akhir tahun lunar untuk memangsa tanaman, ternak, bahkan manusia. Masyarakat desa hidup dalam ketakutan terhadap makhluk ini.
Suatu ketika, penduduk menemukan bahwa Nian sangat takut kepada warna merah, cahaya terang, dan suara keras seperti petasan. Untuk melindungi diri, orang-orang mulai menghias rumah, pintu, dan jalan dengan kertas merah, mengenakan pakaian merah, serta menyalakan petasan. Kebiasaan ini terbukti “menakut-nakuti” Nian dan kemudian berkembang menjadi bagian tak terpisahkan dari tradisi Imlek.
Karena itu, banyak keluarga yang memasang chunlian atau tulisan kaligrafi berisi doa dalam kertas merah di pintu masuk rumah sebagai bentuk simbol proteksi dan harapan keselamatan saat menyongsong tahun baru lunar.
3. Simbolisasi Filosofi dan Energi Positif di Tahun Baru Imlek
Makna warna merah juga berkaitan dengan filosofi tradisional Tionghoa, terutama dalam sistem Lima Elemen (Wu Xing). Dalam sistem ini, merah di kaitkan dengan elemen api, yang melambangkan energi, kekuatan, semangat, dan perubahan. Elemen api juga melambangkan arah selatan dan musim panas, waktu-waktu yang di asosiasikan dengan produktivitas dan pertumbuhan.
Kaitan merah dengan api dan kekuatan membuatnya menjadi warna yang tepat untuk menandai awal musim semi dan masa baru yang penuh harapan. Sebagai pergantian kalender lunar, Imlek secara budaya di anggap sebagai titik balik yang layak di sambut dengan semangat kuat, optimisme, dan harapan akan masa depan lebih baik.
Selain itu, warna merah juga memiliki sambungan panjang dalam tradisi lain, di luar Imlek. Contohnya, warna merah terkenal dalam busana pengantin tradisional Tionghoa, dekorasi pernikahan, serta simbol-simbol yang di gunakan pada perayaan besar lainnya.
Mengapa Warna Merah Tetap Mendominasi Tradisi Imlek
Dari legenda sampai filosofi, warna merah telah menyatu dalam pola pikir dan tradisi masyarakat Tionghoa selama ribuan tahun. Hal-hal berikut memperkuat dominasi warna ini dalam perayaan Imlek:
- Identitas budaya: Warna merah menjadi ciri khas visual Imlek yang mudah dikenali di seluruh dunia.
- Psikologi perayaan: Warna merah memicu perasaan hangat, semangat, dan kebahagiaan, cocok untuk suasana festival.
- Kontras dengan warna lain: Dalam budaya Cina, warna seperti putih atau hitam sering dikaitkan dengan duka dan kematian. Sehingga merah di pilih untuk menandai kebahagiaan dan kehidupan baru.
Warna merah yang menyelimuti perayaan Imlek bukan sekadar pilihan dekoratif, tetapi memiliki akar yang mendalam dalam budaya, legenda, dan filosofi Tionghoa. Merah melambangkan keberuntungan, kebahagiaan, dan perlindungan dari hal-hal negatif, serta menunjukkan semangat baru menyongsong pergantian tahun lunar.