
Polri Gelar Simulasi Keamanan Jelang Hari Bhayangkara ke-79
Polri Gelar Simulasi Keamanan dengan menyambut Hari Bhayangkara ke-79 yang jatuh pada 1 Juli 2025, Kepolisian Republik Indonesia (Polri) menggelar serangkaian persiapan intensif, salah satunya adalah pelaksanaan simulasi keamanan di berbagai titik strategis. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya peningkatan kesiapsiagaan personel dalam menghadapi potensi ancaman gangguan keamanan yang mungkin muncul selama peringatan berlangsung. Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menegaskan bahwa kesiapan operasional Polri tidak hanya menjadi simbol perayaan, melainkan komitmen terhadap perlindungan masyarakat secara menyeluruh.
Simulasi ini di lakukan dengan pendekatan realistis, melibatkan ratusan personel dari berbagai satuan, termasuk Brimob, Densus 88, Sabhara, serta personel dari Polda-Polda di wilayah rawan. Skema latihan mencakup penanganan terorisme, pengamanan VIP, pengendalian massa, serta evakuasi darurat. Selain itu, unit K9 (anjing pelacak), tim penjinak bom, serta petugas medis juga di libatkan dalam skenario yang di rancang sedekat mungkin dengan kondisi nyata.
Kegiatan ini bukan hanya bertujuan untuk mempersiapkan aparat menghadapi situasi darurat, tetapi juga sebagai langkah strategis dalam menunjukkan kepada publik bahwa institusi kepolisian siap menjaga stabilitas keamanan nasional. Dalam konteks peringatan Hari Bhayangkara yang biasanya di isi oleh berbagai kegiatan kenegaraan, upacara, dan pertemuan publik, keamanan menjadi aspek krusial yang tidak bisa di abaikan.
Polri Gelar Simulasi Keamanan dengan peningkatan pengawasan cyber juga menjadi bagian dari persiapan ini. Mengingat ancaman digital seperti penyebaran hoaks, propaganda radikal, dan peretasan data menjadi tantangan nyata di era digital saat ini. Oleh karena itu, Polri juga menyiagakan personel dari unit siber untuk melakukan monitoring intensif terhadap potensi ancaman yang muncul di dunia maya menjelang dan selama peringatan berlangsung.
Skema Polri Gelar Simulasi Keamanan: Dari Penjinakan Bom Hingga Pengamanan VIP
Skema Polri Gelar Simulasi Keamanan: Dari Penjinakan Bom Hingga Pengamanan VIP yang di gelar oleh Polri menjelang Hari Bhayangkara ke-79 melibatkan berbagai skenario kompleks. Salah satu skema utama yang di peragakan adalah penanganan ancaman bom di kawasan publik, yang di simulasikan terjadi di sebuah gedung pemerintahan. Dalam skenario ini, satuan Gegana di turunkan untuk melakukan identifikasi, evakuasi, serta penjinakan bahan peledak yang di simulasikan berada dalam tas tak bertuan. Proses tersebut di lakukan dengan memperhatikan SOP internasional yang berlaku, termasuk penggunaan robot taktis.
Selain skenario penjinakan bom, Polri juga menyimulasikan pengamanan terhadap tamu kenegaraan. Dalam skenario tersebut, di gambarkan adanya ancaman terhadap pejabat tinggi negara yang sedang menghadiri upacara Hari Bhayangkara. Tim pengamanan VIP melakukan formasi pelindung (diamond formation), mengevakuasi target ke kendaraan anti peluru, dan melakukan pengejaran terhadap pelaku yang menyusup ke area upacara.
Tidak hanya skenario ekstrem, simulasi juga mencakup penanganan unjuk rasa besar yang berpotensi ricuh. Dalam latihan ini, pasukan Sabhara di terjunkan untuk menghalau massa dengan metode water cannon, gas air mata, dan formasi tameng. Di sisi lain, tim negosiator turut di hadirkan untuk melakukan pendekatan persuasif kepada massa yang menyampaikan aspirasi.
Latihan-latihan ini di laksanakan secara terkoordinasi dan di saksikan langsung oleh jajaran petinggi Polri dan TNI. Hal ini menunjukkan sinergi antara dua lembaga negara dalam menciptakan keamanan nasional yang solid. Menurut Irjen Pol Ahmad Ramadhan, Direktur Pembinaan Masyarakat Baharkam Polri, latihan ini juga menjadi momentum untuk mengevaluasi kesiapan logistik dan kelengkapan alat-alat pendukung, seperti kendaraan taktis, drone pengawas, dan alat komunikasi.
Melalui simulasi ini, Polri ingin memastikan bahwa seluruh satuan dapat bergerak secara cepat, terkoordinasi, dan presisi dalam menghadapi berbagai skenario ancaman. Di harapkan, simulasi ini juga memberikan gambaran kepada masyarakat tentang kesiapan Polri sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.
Sinergi Lintas Instansi: TNI, Pemda, Dan Masyarakat Ikut Terlibat
Sinergi Lintas Instansi: TNI, Pemda, Dan Masyarakat Ikut Terlibat dalam sebuah acara besar seperti Hari Bhayangkara ke-79. Tidak hanya bergantung pada kesiapan Polri semata, tetapi juga pada kerja sama lintas sektor. Oleh karena itu, dalam simulasi ini, Polri melibatkan unsur TNI, pemerintah daerah (Pemda), hingga masyarakat sipil sebagai bagian dari sinergi nasional.
Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) turut serta dalam simulasi dengan mengirimkan. Pasukan cadangan serta dukungan logistik militer. Keterlibatan TNI menjadi simbol penting bahwa stabilitas keamanan adalah tanggung jawab bersama, apalagi dalam situasi darurat yang memerlukan mobilisasi besar. Menurut Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, sinergi antara TNI dan Polri saat ini berada dalam kondisi terbaik, terbukti dari kesiapan operasi dan komunikasi yang terus di tingkatkan.
Pemerintah daerah juga turut berperan penting dalam memberikan dukungan administratif dan logistik. Wali kota dan bupati di sejumlah wilayah di libatkan dalam koordinasi persiapan acara. Terutama dalam pengaturan lalu lintas, kesiapan fasilitas kesehatan, serta informasi kepada masyarakat lokal. Aparat Satpol PP, Dishub, dan BPBD juga ikut serta dalam rangkaian simulasi, terutama dalam skenario kebencanaan dan evakuasi warga sipil.
Menariknya, unsur masyarakat juga di libatkan sebagai peserta simulasi dalam peran sebagai warga sipil, pengunjuk rasa, maupun korban situasi darurat. Langkah ini di lakukan untuk memberikan pengalaman langsung kepada masyarakat. Sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya peran publik dalam menjaga ketertiban umum.
Kegiatan ini menunjukkan bahwa pengamanan bukan hanya tanggung jawab vertikal dari pusat ke daerah, melainkan kolaborasi horizontal antar elemen bangsa. Sinergi ini di nilai penting dalam menciptakan situasi kondusif menjelang Hari Bhayangkara. Dan juga sebagai refleksi kesiapan nasional menghadapi tantangan keamanan masa depan.
Makna Strategis Hari Bhayangkara ke-79 Dan Harapan Polri Ke Depan
Makna Strategis Hari Bhayangkara ke-79 Dan Harapan Polri Ke Depan bukan hanya seremoni tahunan. Tetapi momentum refleksi bagi institusi Polri dalam memperkuat integritas, profesionalisme, dan pelayanan publik. Tahun 2025 menandai usia ke-79 Polri sejak di dirikan. Dan dalam peringatan kali ini, tema yang di angkat adalah “Polri Presisi, Indonesia Maju”. Tema ini menggambarkan arah transformasi Polri yang lebih modern, adaptif, dan berpihak pada kepentingan rakyat.
Kapolri Jenderal Listyo Sigit menegaskan bahwa simulasi keamanan hanyalah. Salah satu dari rangkaian kegiatan yang bertujuan memperkuat kepercayaan publik terhadap Polri. Ia juga menyampaikan bahwa institusinya terus berbenah dalam hal penegakan hukum, transparansi, dan pelayanan berbasis digital. Beberapa inisiatif seperti pelayanan SIM online, SKCK digital, serta integrasi CCTV nasional menjadi bagian dari agenda transformasi digital Polri.
Dalam peringatan Hari Bhayangkara ke-79 ini, Polri juga meluncurkan sejumlah program sosial. Seperti bakti kesehatan, donor darah massal, bantuan pangan untuk masyarakat miskin, hingga edukasi hukum di sekolah-sekolah. Program ini menjadi bentuk nyata bahwa Polri hadir di tengah masyarakat tidak hanya dalam kapasitas keamanan, tetapi juga sosial.
Ke depan, tantangan Polri akan semakin kompleks, mulai dari ancaman kejahatan siber, ekstremisme, kejahatan transnasional, hingga penguatan pengawasan internal. Untuk itu, Polri mengajak seluruh elemen bangsa untuk terus mendukung reformasi. Kelembagaan demi menciptakan aparat yang semakin dipercaya dan dicintai rakyat.
Dengan berbagai persiapan yang telah dilakukan, termasuk simulasi keamanan berskala nasional, Polri berharap peringatan Hari Bhayangkara ke-79. Berlangsung khidmat, aman, dan menjadi simbol semangat perubahan menuju institusi kepolisian yang modern dan humanis. Hari Bhayangkara tahun ini bukan sekadar ulang tahun, melainkan momentum strategis dalam menegaskan. Posisi Polri sebagai penjaga demokrasi dan pelindung masyarakat Indonesia dengan Polri Gelar Simulasi Keamanan.