
Situs Trowulan Di Anggap Sebagai Ibukota Kerajaan Majapahit
Situs Trowulan Adalah Situs Arkeologi Yang Terletak Di Mojokerto, Jawa Timur, Dan Di Anggap Sebagai Ibukota Dari Kerajaan Majapahit. Yang termasyhur pada abad ke-14 hingga awal abad ke-16. Situs ini menyimpan berbagai artefak dan struktur yang memberikan wawasan mendalam tentang kehidupan politik, sosial, dan budaya salah satu kerajaan terbesar dalam sejarah Indonesia.
Situs Trowulan mulai menarik perhatian para peneliti sejak zaman kolonial Belanda pada akhir abad ke-19. Adalah Henry Maclaine Pont, seorang arsitek dan arkeolog Belanda, yang melakukan survei dan penggalian di wilayah ini pada tahun 1920-an. Hasil penelitiannya menunjukkan bahwa Trowulan merupakan pusat administratif dan budaya Majapahit, yang di tandai dengan penemuan berbagai bangunan candi, kolam, jalan raya, dan pemukiman.
Candi Tikus Candi Tikus adalah salah satu struktur paling terkenal di Situs Trowulan. Bentuknya yang unik menyerupai kolam ritual dengan bangunan di tengahnya. Di duga berfungsi sebagai tempat pemujaan air (pertirtaan). Candi ini pertama kali ditemukan pada tahun 1914 dan kemudian dipugar oleh pemerintah kolonial Belanda.
Penemuan berbagai artefak di Trowulan, seperti keramik, patung, dan perhiasan, memberikan gambaran tentang kehidupan sehari-hari masyarakat Majapahit. Barang-barang ini menunjukkan adanya perdagangan yang luas, baik di dalam maupun di luar negeri, serta tingkat keahlian seni dan kerajinan yang tinggi. Trowulan juga di kenal sebagai pusat pendidikan dan keagamaan, yang memainkan peran penting dalam penyebaran agama Hindu-Buddha di Nusantara.
Pemerintah Indonesia dan berbagai lembaga internasional telah bekerja sama dalam upaya melestarikan dan mengembangkan Situs Trowulan. Pada tahun 1993, UNESCO memasukkan Trowulan dalam daftar sementara Situs Warisan Dunia, menekankan pentingnya situs ini bagi sejarah dunia. Penggalian dan penelitian terus di lakukan untuk mengungkap lebih banyak aspek kehidupan Majapahit yang masih tersembunyi di bawah permukaan tanah.
Struktur Dan Artefak Penting Yang Di Temukan Di Situs Trowulan
Situs Trowulan merupakan pusat dari berbagai struktur dan artefak yang menggambarkan kejayaan Kerajaan Majapahit. Berikut beberapa Struktur Dan Artefak Penting Yang Di Temukan Di Situs Trowulan:
Candi Tikus
- Deskripsi: Candi Tikus adalah struktur unik yang menyerupai kolam ritual dengan bangunan di tengahnya. Di duga, candi ini berfungsi sebagai tempat pemujaan air (pertirtaan).
- Penemuan: Candi ini di temukan pada tahun 1914 dan telah di pugar oleh pemerintah kolonial Belanda.
- Keunikan: Bentuknya menyerupai kolam dan struktur candi di tengahnya menunjukkan teknik arsitektur yang canggih dan pemahaman mendalam tentang fungsi air dalam ritual keagamaan.
Gapura Wringin Lawang
- Deskripsi: Gapura Wringin Lawang adalah gerbang besar yang terbuat dari bata merah, berfungsi sebagai salah satu pintu masuk utama ke kota kerajaan.
- Penemuan: Kemudian di perkirakan di bangun pada abad ke-14, gapura ini menunjukkan teknik konstruksi yang maju.
- Keunikan: kemudian Nama “Wringin Lawang” berarti “pintu beringin”, mencerminkan pentingnya simbolisme dalam arsitektur Majapahit.
Kolam Segaran
- Deskripsi: Kolam Segaran adalah kolam besar yang di gunakan untuk rekreasi dan ritual oleh bangsawan Majapahit.
- Penemuan: Kolam ini memiliki panjang sekitar 375 meter dan lebar 175 meter.
- Keunikan: Kemudian Teknologi irigasi yang di gunakan dalam pembuatan kolam ini menunjukkan kecanggihan teknik pengelolaan air pada masa itu.
Bajang Ratu
- Deskripsi: Bajang Ratu adalah sebuah gapura yang di duga menjadi gerbang menuju kompleks pemakaman raja-raja Majapahit.
- Penemuan: Gapura ini juga terbuat dari bata merah dan dihiasi dengan relief yang rumit.
- Keunikan: Kemudian Relief yang menghiasi gapura ini menggambarkan cerita-cerita epik dari mitologi Hindu, menunjukkan pentingnya budaya dan agama dalam kehidupan masyarakat Majapahit.
Candi Brahu
- Deskripsi: Candi Brahu adalah salah satu candi terbesar di Trowulan dan diyakini sebagai tempat kremasi raja-raja Majapahit.
- Penemuan: Candi ini dibangun pada abad ke-15 dan masih berdiri kokoh hingga kini.
- Keunikan: Selain itu Arsitektur candi ini mencerminkan gaya seni Majapahit yang khas, dengan detail ukiran yang halus dan megah.